Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Sabtu, 07 April 2012

Arti Sahabat :)



     Dalam sebuah persahabatan selalu ada suka dan duka. Selalu ada canda, riang, tawa, dan juga derita. Entah kapan persahabatan itu akan di uji, tetapi hanya persahabatan yang sejati lah yang mampu melewati berbagai rintangan serta beribu cobaan yang akan terus datang menguji.
     Namaku, Asti. Aku memiliki salah seorang sahabat bernama Febby. Kami sudah bersahabat selama 4 tahun silam, tepatnya semenjak kami sama-sama duduk di bangku pendidikan kelas 1 SMP. Bukan tak pernah kami dilanda konflik, pertengkaran, bahkan kesalahpahaman yang selalu hampir berhasil merusak tali persahabatan diantara kami.
     Pada suatu ketika, Febby, sahabatku baru saja memiliki seorang kekasih yang tak lain adalah teman sekolah kami. Dia yang kumaksud adalah Tomi. Aku turut senang bersama kebahagiaan Febby dan Tomi yang akhirnya resmi sebagai sepasang kekasih setelah berawal dari sebuah permusuhan diantara mereka. Semuanya berjalan dengan sangat menyenangkan dan tanpa sebuah masalah sampai akhirnya kutemukan beberapa keganjalan pada gerak-gerik Tomi.
     Aku menemukan Tomi sedang asyiknya bercanda ria dengan seorang gadis yang nampaknya sebaya denganku di salah satu pusat perbelanjaan di kota. Aku mencoba menghampirinya, namun Tomi justru terlihat sangat terburu-buru pergi ketika melihatku. Aku memutuskan untuk tidak bicara pada Febby tentang hal ini, karena aku tidak memiliki bukti dan tidak tahu pasti siapakah gadis yang bersama Tomi tadi.
     “Tom, kemarin sama siapa? gue lihat lo..” aku menghampiri Tomi yang sedang sendiri di taman.
     Tomi terlihat panik mendengar pertanyaanku. Dia hanya bicara sambil terbata-bata seperti gelagat orang yang sedang berbohong.
     “Umm…gue nggak kemana-mana kok! Lo salah lihat kali.” Ujar Tomi.
     Aku mengerutkan sebelah alisku ke atas. “Yakin?? Gue lihat jelas kok itu elo..”
     “Apaan sih lo! Jadi nuduh gue gitu. Udah ah males gue.” Tomi pun  pergi menuju ruang kelasnya.
     Kalau itu memang bukan dia, kenapa dia harus panik untuk menjawab pertanyaanku? Ini sangat mencurigakan! Aku harus menyelidikinya. Aku tidak ingin sahabatku hanya dijadikan mainan atau boneka olehnya saja.
     Di hari berikutnya, kulihat Tomi sedang bergandengantangan dengan mesra oleh seorang gadis yang nampaknya berbeda dengan hari sebelumnya kulihat, dan tentu itu bukan Febby. Lantas siapa lagi gadis itu???
     Aku terus mengikutinya dari belakang. Entah kemana mereka akan pergi, ternyata sampailah mereka di sebuah rumah yang sepertinya adalah rumah dari gadis itu. Tomi hanya mengantarnya, lalu ia pergi lagi ke sebuah taman kota. Mau apa lagi dia???
     Dengan penuh kesabaran aku mengikutinya, dan aku terus memantaunya dari kejauhan. Tak lama kemudian datanglah seorang gadis yang lagi-lagi berbeda dengan dua orang gadis sebelumnya.
     ASTAGAAA TOMI…!!!
     Ingin rasanya ku ungkap semua yang kulihat selama tiga kali berturut-turut ini kepada Febby. Dia harus tahu tentang perlakuan Tomi dibelakangnya! Tomi tidaklah sebaik yang selama ini aku dan Febby kira. Dia tidak lebih dari seorang player!
     Keesokan harinya, aku memutuskan untuk mencoba memberi tahu Febby tentang semua ini. Seperti yang telah ku duga sebelumnya, Febby membantahnya. Dia sangat-sangat tidak percaya sedikitpun dengan apa yang kukatakan.
     “NGGAK MUNGKIN TOMI KAYAK GITU!!!” bantah Febby.
     “Ini kenyataan, Feb! seandainya aja lo lihat sendiri!”
     “Mana buktinya?! Nggak ada ‘kan??!!”
     “Terserah lo deh ya mau percaya atau enggak!” dengan kesal aku meninggalkan Febby yang masih terus berdiri di taman.
     Aku sungguh tidak habis fikir Febby lebih mempercayai Tomi ketimbang diriku yang sudah menjadi sahabatnya selama 4 tahun lamanya. Dia benar-benar di butakan oleh cinta. Cinta buta yang merasuki alam fikirannya sehingga membuatnya tidak dapat membedakan manakah yang baik dan manakah yang buruk, manakah yang salah dan manakah yang benar.
     Aku sangat menyayangi sahabatku, Febby. Aku tidak akan membiarkan laki-laki seperti Tomi menyakitinya dan mempermainkan perasaannya. Aku tidak akan pernah menyerah untuk meyakinkan Febby tentang kebusukan Tomi.
     Ketika sepulang sekolah, tanpa di sengaja aku mendengar percakapan antara Tomi dengan seseorang yang entah dimana melalui ponsel selularnya. Aku tidak segan-segan merekam percakapan tersebut yang isinya adalah menyebutkan nama tempat dimana mereka akan bertemu sore itu juga. Aku pun memutuskan untuk megikuti kemana Tomi pergi sore itu.
     Tertangkap basah sudah Tomi olehku untuk ke sekian kalinya, namun kali ini ku ambil beberapa gambar Tomi dengan gadis itu dan akan ku tunjukan pada Febby esok hari di sekolah.
     “LO LIHAT APA YANG ADA DI DALAM AMPLOP ITU!!”
     Febby hanya menatapku dengan tatapan yang dingin tanpa berkutik sedikitpun. Dia membuka amplop nya, dan ternyata…………….
     FEBBY MEROBEKNYA!!! Ku kira setelah kuperlihatkan jelas bukti-butki itu padanya, ia akan mempercayaiku. Nyatanya? TIDAK SAMA SEKALI!!!
     “Lo kenapa sih? Lo suka sama Tomi??!!” kata Febby.
    “Pulang sekolah lo harus ikut gue!” kataku seraya berlalu meninggalkannya.
     Hampir habis sudah dayaku untuk membuktikan pada Febby bahwa Tomi adalah seorang player! Ku harap dengan mengajaknya langsung untuk mengikuti kemana Tomi pergi dapat menjadi bukti yang kuat bahwa apa yang kukatakan selama ini adalah FAKTA!!!
     Ketika sepulang sekolah, Febby akhirnya memutuskan untuk turut ikut bersamaku. Semua terbukti, dengan mata kepalanya sendiri Febby melihat Tomi tega bercumbu dengan gadis lain yang entah siapakah gadis itu. Febby menyesal dan menangis terisak serta mendekap erat tubuhku karena ia sempat tidak percaya pada semua yang kukatakan.
     “Sahabat yang sejati, nggak akan pernah mati..”


TAMAT

created by : Ayuditha Aninda Putri

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal