Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Selasa, 19 Juni 2012

Manusia Bersayap :)



Suatu malam yang sunyi tak pernah terasa ketika engkau selalu menemaniku. Indahnya pelangi tak pernah sirna sedikitpun meski sang mentari telah kembali menyinari. Aku tak pernah takut akan hujan, yang selalu menahanmu disisiku untuk tiada pernah meninggalkanku. Aku tidak pernah takut akan kegelapan, selama kau masih bersamaku, kaulah yang menjadi cahaya itu untuk menerangi hitamnya hariku. Aku percaya, semua yang terjadi saat ini adalah yang terbaik. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita tahu bahwa yang terjadi memanglah harus terjadi.
Hari itu, hari dimana aku dan Adit menghabiskan waktu bersama hanya berdua. Adit, sosok yang begitu istimewa di hatiku, tak pernah ku sangka akan memberikan sebuah pengalaman terindah yang tak pernah kurasakan sebelumnya selama hidupku. Adit, sosok yang berwibawa itu membawaku ke sebuah tempat yang begitu memberiku pelajaran dan banyak pengalaman berharga yang tak akan pernah kulupakan. Panti Rehabilitas Tumor dan Kanker.
Pada awalnya, aku tak mengerti sedikitpun tentang apa yang akan aku dan Adit lakukan di panti tersebut. Tidak sedikitpun terlintas di benakku apa tujuan Adit membawaku ke panti itu. Aku seperti orang bodoh. Melihat-lihat dan memandang ke segala arah tanpa tujuan. Layaknya seseorang yang sedang tersesat di suatu tempat dan tak tahu harus berbuat apa.
“Adit??” “Kita ngapain kesini??” tanyaku seraya terus memperhatikan ke segala arah, tetapi Adit hanya melempar senyuman kecil di bibirnya. Aku semakin penasaran dan terus bertanya-tanya sendiri.
Adit mulai melangkah ke dalam, memasuki pintu utama dari panti tersebut. Aku mengikutinya perlahan dari belakang tubuhnya, dan tak lama Adit meraih tanganku lalu segera membawaku menuju suatu ruangan. Tanpa sepatah katapun, kami mulai memasuki pintu ruangan tersebut. Sesosok anak kecil yang tidak memiliki rambut tengah berdiri di depanku yang ternyata memang sengaja ingin menyambut kehadiranku dan Adit disana. Aku tersenyum memandangnya. Sepintas aku mengerti apa yang sesungguhnya ingin Adit tunjukan padaku di tempat ini, tetapi aku ragu dengan pemikiranku sendiri.
            Langkahku tidak terhenti hanya sampai di depan pintu ruangan itu. Kali ini aku benar-benar memasuki ruangan itu bersama Adit dan anak kecil yang menyambut kedataganku.
            “Hallo, kakak….” Sapa anak-anak didalam ruangan itu. Mereka semua nampak sebaya dengan seorang anak kecil yang menyambutku di depan pintu ruangan itu. Dan mereka semua adalah pengidap penyakit ganas yang mampu merenggut nyawa mereka. Penyakit yang merampas kebahagiaan mereka. Penyakit yang menghilangkan senyuman dan tawa keceriaan mereka.
            Adit menoleh ke arahku. Kini aku mengerti, apa yang sesungguhnya menjadi tujuan Adit membawaku ke tempat ini dan kini aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan bersama Adit di panti ini. Aku tersenyum ke arahnya. Sambil menahan tangis aku mencoba untuk memulai menghibur mereka.
            “Adik-adik.. siapa yang mau main sama kakak??? Kita ke taman, yuk..” tanyaku dengan penuh semangat.
            “Mauuuuu….mau kak!” jawab anak-anak panti dengan penuh keceriaan yang nampaknya mampu menutupi rasa sakit mereka. Akhirnya aku dan Adit segera menuju ke taman dan mulai mengadakan berbagai hiburan kepada mereka. Aku senang akhirnya aku dapat merasa berguna bagi orang lain. Aku dapat mengembalikan tawa mereka yang begitu lepas, senyuman mereka, menghapuskan tangis dan airmata mereka, walau itu hanya bersifat untuk sementara.
            Sungguh, aku tidak pernah menyangka bahwa Adit benar-benar seseorang yang berhati mulia. Memiliki jiwa sosialisasi dan kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya, senantiasa memberi tanpa sedikitpun mengharap balasan, Adit benar-benar luar biasa. Dia telah memberikanku hari yang benar-benar begitu istimewa.
            Sampai saat malam tiba, Adit mengantarku pulang kembali ke rumah. Dengan perasaan yang begitu bahagia, aku sampai tidak tahu harus berkata apa padanya. “Adit, thank’s ya untuk hari ini..” “Hari ini adalah hari yang paling istimewa buat aku..” ucapku.
          Adit hanya tersenyum menatapku seraya membelai halus rambutku, mencium keningku, dan kemudian mendekap tubuhku. Entah apa yang sedang ku fikirkan, tetapi aku sangat merasa ada sesuatu hal yang berbeda. Aku tidak tahu itu apa, tetapi aku tahu itu ada.
            “Kamu hati-hati ya, dit..” ucapku dengan perasaan yang rasanya begitu berat untuk melepaskan kepergian Adit. Namun Adit hanya tersenyum dan kemudian berlalu meninggalkanku.
            Aku percaya, tidak akan ada hal buruk yang terjadi padanya. Tetapi aku mulai tidak percaya ketika Adit tak sedikitpun memberikan kabar kepadaku setelah kepulangannya ketika seusai mengantarku. Aku hanya takut, takut sesuatu yang tidak pernah kuinginkan terjadi padanya. Ah, ada-ada saja pemikiran konyol itu. Adit pasti baik-baik saja, mungkin  dia hanya lelah setelah seharian ini bersamaku.
            Aku terus menunggu kabarnya hingga tanpa sadar aku tertidur di ruang tamu dengan lelapnya. Namun ketika tengah malam, kudengar pintu rumahku terketuk beberapa kali hingga tidurku pun terganggu dan kuputuskan untuk membuka pintunya. “Adit??” “Kamu ngapain malem-malem kesini??” , aku sungguh tampak heran melihat sosok Adit yang berada di hadapanku.
            Adit terdiam, kemudian mendekap tubuhku. Perlahan ia mulai membisikkan sebuah kata di telingaku, “Aku sayang banget sama kamu. Kamu jaga diri baik-baik ya. Aku akan selalu ada disisi kamu..” bisiknya.
            Dalam sekejap aku terbangun. Ternyata apa yang kulihat hanyalah sebuah bunga tidur belaka yang sunguh aneh dan tampak sangat nyata. Aku segera mecari ponselku untuk menghubungi ponsel Adit. Namun sebelum aku menghubunginya, terdengar suara ponselku berbunyi yang ternyata adalah dari panggilan dari pihak rumah sakit.
            Adit. Iya, Adit. Benar-benar meninggalkan pesan terakhir melalui mimpi itu. Mimpi dimana ia datang menemuiku, mendekap tubuhku, dan membisikkan kata kepadaku. Aku sayang banget sama kamu. Kamu jaga diri baik-baik ya. Aku akan selalu ada disisi kamu. Adit tidak dapat tertolong dari kecelakaan mobil yang menimpanya ketika seusai mengantarku. Apakah ini arti dari semua firasat yang selalu menggangguku?!
            Berat rasanya untuk ku percaya. Sulit rasanya untuk kuterima. Tetapi apa yang dapat kulakukan?? Mungkin inilah jalan  yang terbaik untuk Adit. Aku yakin, orang sebaik dirinya pasti akan diberikan Tuhan sebuah tempat terbaik untuknya. Kematian bukan akhir segalanya. Kematian tidak akan mampu memisahan cinta yang sesungguhnya..


created by : Ayuditha Aninda Putri
  

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal