Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Jumat, 17 Agustus 2012

Bisakah aku meminta kehidupan yang nyata?

Aku benci harus ada dalam keadaan seperti ini. Bisakah aku meminta untuk ada dalam lingkungan yang aku inginkan? Aku tidak suka. Ya, jika aku harus jujur, aku sangat tidak nyaman dengan lingkungan yang seperti ini. Hidupku kini bagaikan panggung sandiwara. Kenapa semua orang disini memakai topeng? Haruskah aku seperti mereka untuk menyesuaikan diriku di lingkungan ini? Mungkinkah aku mampu untuk tidak menjadi diriku sendiri? Aku tidak yakin. Bukankah ini kehidupan nyata? Aku tidak sedang berada dalam pesta topeng 'kan? Ini bukan dunia topeng 'kan? Lantas sesungguhnya ini dunia apa??? Kurasa ini benar-benar panggung sandiwara. Aku tidak mampu untuk mengenali mereka satu per satu. Mereka dengan mudahnya berubah dari suatu gambaran yang satu ke gambaran yang lainnya sewaktu-waktu. Mereka membuatku tak habis fikir dengan tingkah laku mereka yang masing-masing memiliki banyak sisi.

Aku ingin ada di lingkungan yang sebenarnya! Aku tak ingin ada dalam kehidupan yang seperti ini. Bisakah aku menjadi 'penonton' dalam panggung sandiwara ini? Aku tidak ingin terlibat di dalamnya. Aku tidak mudah menjadi seperti mereka, dan aku tahu aku akan 'kalah' untuk beradu dengan mereka yang telah lebih senior di banding diriku. Lantas aku harus berbuat apa? Aku ingin menjadi diriku sendiri. Tetapi bila ku fikirkan semuanya dari ulang, aku pun tidak bisa menjadi diriku sendiri dalam lingkungan yang seperti ini. Haruskah aku segera memasang topeng di wajahku untuk siap bermain dalam panggung itu? Sulit untukku menilai yang sesungguhnya dalam keadaan seperti ini. Tetapi inilah takdirku, aku harus menjalani 'peranku' dalam pertunjukan yang ada.



Ya, aku memulainya dengan menyesuaikan diriku seperti mereka, memilih topeng paling 'cantik' agar aku tak kalah menariknya dengan yang lainnya. Meskipun aku terbilang 'pasif' dalam memainkan peranku, aku sedikit merasa lebih nyaman dengan peranku yang tak harus banyak bertingkah. Aku ingin tahu, bagaimana peran mereka sesungguhnya dengan masing-masing sisi lain mereka. Mungkin mereka menerimaku dengan baik dalam pertunjukan ini 'pada awalnya'. Tetapi siapa sangka bahwa sebagian dari mereka justru sedang mulai berakting dengan topengnya yang indah di hadapanku. Aku hanya mampu tertawa kecil melihat tingkah laku mereka. Aku sadar kemampuanku tidak sehebat mereka, untuk apa aku banyak bicara jika akhirnya aku akan kalah bila beradu dengan mereka? Aku bukan pengecut, aku hanya tidak suka memulai sesuatu yang kuanggap tidak menyenangkan dan bermanfaat untukku. Peranku tergantung skenario yang mereka buat, aku hanya akan mengikuti alur cerita yang ada. 

Sangat ku akui, aku terkesan melihat keunggulan mereka. Aku tidak tahu apakah aku akan menjadi seperti mereka bila harus terus berperan dalam pertunjukan ini. Aku bukan orang jahat. Aku orang baik-baik yang hanya sedang mencoba menyesuaikan diri dalam kehidupan yang nyata tetapi tidak seperti kehidupan nyata. Tak henti-hentinya aku pun selalu bertanya pada diriku sendiri, "Bisakah aku meminta kehidupan yang nyata?" "Bisakah aku mendapatkannya?" Aku sungguh muak berlama-lama memakai topeng cantik yang menutupi diriku. Seringkali aku berfikir, "Apakah mereka semua tidak lelah dengan kepura-puraan yang mereka lakukan selama ini???" Entahlah, pemikiran dan sifat manusia selalu berbeda-beda. Mungkin pertunjukan ini membuat mereka nyaman, tetapi tidak untukku.

JJJ

Created by : Ayuditha Aninda Putri

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal