Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Senin, 20 Agustus 2012

Maafkan Putri, Deva.. (2)

Waktu semakin berlalu. Detik demi detik dalam sisa hidupku selalu kubiarkan terbuang percuma hanya untuk menunggumu kembali di sisiku. Tak kenal lelah aku menantimu. Tak kenal bosan aku mendambamu. Entah apakah aku yang terlalu bodoh, ataukah aku yang terlalu setia kepadamu?? Aku bukan kekasihmu, aku bukan segalanya untukmu, bahkan mungkin aku hanyalah sepintas kenangan di masa lalumu yang mampu terhempas angin bagaikan butiran debu yang tak berguna di hidupmu. Seringkali terlintas dalam benakku, “Apakah kau benar-benar memiliki rasa yang sama untukku?” “Apakah perasaanmu akan tetap sama seperti yang dulu?”

Masih sangat melekat dalam ingatanku bagaimana kau menjatuhkan kecupan itu di bibirku. Masih sangat terbayangkan dalam otakku bagaimana kau mengatakan bahwa kau pun menyayangiku. Tetapi kau tidak pernah memintaku untuk menjadi kekasihmu, apakah ini pertanda bahwa cintaku hanya akan bertepuk sebelah tangan?? Ah, dari dulu aku ini memang tidak pernah pandai dalam hal cinta. Selalu saja menjadi bahan permainan yang akhirnya menyakiti perasaanku. Bodohku ini sungguh keterlaluan. Tetapi aku percaya bahwa Deva tidak seperti laki-laki yang ku kenal sebelumnya. "Aku sangat mengenal Deva, teman semasa kecilku", apa? Apa yang ku katakan? Aku sangat mengenalnya? Terpisah selama beberapa tahun saja aku benar-benar tidak mengenalinya lagi. Teman macam apa aku ini, mengaku sangat mengenalnya tetapi nyatanya? Aku malah melupakannya. Maafkan aku, Deva..



Kini aku hanya mampu berharap. Berdiri sendiri di tengah kerumunan orang yang berlalu lintas di hadapanku.  Tanpamu, aku bagaikan hidup sebatang kara. Aku bisa apa tanpamu disini, Deva? Tak jarang orang mengabaikan kehadiranku. Aku seperti angin yang berhembus tanpa arah dan tujuan pasti. Aku bagaikan ombak yang selalu hilir mudik mencari tanpa pernah berhenti. Aku......ya, aku adalah aku. Selalu menjadi aku yang bodoh dan lugu. Mungkinkah aku ada hanya untuk di sia-siakan? Kadang aku tak mengerti, entah kenapa, cinta yang kumiliki selalu saja menghilang dan berlalu meninggalkanku. Contohnya, Deva. Setelah sekian lama Deva pergi, ia masih tak kunjung kembali. Sepintas aku teringat akan pesan terakhir Deva padaku. Mungkinkah............

Ah, tidak mungkin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku percaya Deva akan baik-baik saja. Tidak, bukan aku yang percaya, tapi logikaku yang bicara. Hatiku mulai gelisah menanti kabar darinya. Terkadang, aku sampai tak kuasa untuk menahan airmataku bila harus teringat tentangnya. Aku hanya takut. Takut bahwa saat itu adalah benar-benar pertemuan terakhirku bersamanya. Takut akan kehilangannya untuk yang kedua kalinya. Dan aku.......aku hanya takut sendiri tanpanya. Aku memang bukan wanita yang lemah, aku mampu berdiri sendiri. Aku mampu berdiri tegar. Tetapi aku juga wanita biasa yang membutuhkan cinta itu dalam hidupku. Aku tau cinta itu adalah Deva. Aku yakin cinta itu benar-benar Deva. Oh, Tuhan..ku mohon jangan patahkan harapanku. Jangan lagi, Tuhan. Aku ingin merasakan indahnya duniaku bersama Deva. Biarkan ia kembali disini, aku berjanji akan selalu menjaganya. "Oh, Deva...kamu dimana???"
    
JJJ

created by : Ayuditha Aninda Putri
 

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal