Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Jumat, 14 September 2012

Kita sahabat 'kan?


     "Kita sahabat 'kan?" Tanyaku pada seseorang yang tengah berdiri di hadapanku.
     "Tapi........."
     "Please..ngertiin gue. Gue nggak bisa menuhin permintaan lo"
     "Yauda, gapapa. Gue ngerti" ucapnya singkat lalu pergi meninggalkanku secepat kilat menyambar. Apa yang terjadi padanya? Aku sungguh tidak pernah bermaksud untuk menyakiti perasaannya. Ku kira, aku sudah cukup baik dengan semua orang-orang di sekitarku. Aku hanya tidak bisa melakukan hal yang tidak pernah aku inginkan. Aku selalu bersikap sewajarnya, aku juga tidak pernah merespon lebih kepada siapapun yang mengharapkan balasanku. Bukankah wajar jika sikapku berbeda terhadap kekasihku sendiri, sahabat, dan tentunya keluarga yang aku sayangi? Apa yang salah??
     Sejak hari itu, dia tak pernah lagi menghampiriku. Mengajakku bermain, bahkan menyapaku saja itu tidak pernah lagi terjadi. Apakah ia memang sengaja menghindariku??
     "Kenapa sih, lo?"
     "Engga"
     "Bohong"
     "Apaan sih?"
     "Ya lo kenapa?? Gue ngerasa lo berubah sikap sama gue. Tepatnya, sejak sore itu sepulang sekolah. Lo marah sama gue? Lo sengaja mau ngehindar dari gue??"
     "Rewel"
     Huh, mendengar ucapannya yang begitu singkat dan sangat menjengkelkan aku pun semakin tak kuasa menahan lidahku untuk berbicara. "Gue nggak mau ribut. Please jujur, kenapa lo jadi gini sama gue?!"
     "Gue cuma nggak siap. Oke??"
     "Nggak siap untuk apa? Gue masih sahabat lo 'kan? Kita masih sahabat 'kan??"
     Dia hanya terdiam tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.
     Hampir lelah aku bertanya padanya, namun tak kunjung sedikitpun ia mau membalasnya dengan penjelasan. Aku bingung dengan sikapnya yang seperti anak kecil itu, apa yang harus aku lakukan??
     "Perasaan itu datang dengan sendirinya. Hati nggak akan pernah bisa di paksa sampai kapapun. Kita sahabat 'kan? Kita masih tetap bisa bareng kok seperti biasanya. Tanpa status hubungan lebih kita akan lebih ngerasa nyaman satu sama lain. Nggak akan ada yang berubah. Percaya please.." "Gue masih mau jadi sahabat lo. Dan gue harap, lo masih mau jadi sahabat gue.." Ucapku yang tak henti berusaha untuk meyakininya. Namun kurasa usahaku hanyalah sia-sia. Nampaknya tidak sedikitpun ia menghargai maksud dan pembicaraanku padanya. Ia berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak secepat maling menghindari kerumunan orang banyak.
     Aku mulai pasrah. Aku mulai bertanya-tanya, "apakah ini yang dinamakan persahabatan?"
     Perlahan aku mulai mengerti, seorang perempuan dan laki-laki tidak akan pernah bisa menjadi sahabat seutuhnya. Maksudku, seringkali terjadi sesuatu yang terkadang tidak di harapkan oleh kedua pihak, yaitu, timbulnya benih cinta di salah satunya. Sedangkan di sisi yang lain? Jika cinta itu hadir diantara keduanya, mungkin akan terasa sangat indah dan meyenangkan. Tetapi jika cinta itu hadir tidak pada keduanya, apakah itu masih akan menjadi sesuatu yang indah dan menyenangkan? Rumit! Cinta dan persahabatan tidak semudah yang terlihat, tetapi juga tidak serumit yang seringkali terbayangkan. Intinya, cinta itu luar biasa! Menimbulkan luka, masalah, dan semua hal yang tidak pernah di inginkan. Tetapi juga memberikan suka, bahagia, dan rasa yang tidak pernah terfikirkan.
     Jatuh cinta pada sahabat sendiri bukanlah hal yang mudah. Seperti halnya saat ini, aku hampir menyerah mempersatukan kembali tali persahabatan yang hampir putus hanya karena sebuah perasaan cinta yang hadir di saat yang tidak tepat.
     Aku menyerah, ku biarkan ia memilih jalan hidup yang ingin di lewatinya. Aku mengikuti semua permainan yang ia ciptakan sampai ia lelah dan akhirnya datang padaku.
     "Maafin gue, ya. Gue tau, gue udah terlalu egois karena perasaan ini. Kita masih sahabat 'kan??"
     Dengan penuh semangat aku menjawabnya, "Kita akan terus jadi sahabat! Sampai kapapun.."
     Sahabat sejati tidak pernah mengenal kata berpisah, meski jutaan perang seringkali terjadi, sahabat yang sejati tak akan pernah mati.

JJJ

created by : Ayuditha Aninda Putri
 

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal