Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Jumat, 26 Oktober 2012

Maafkan Putri, Deva.. (end)


Waktu berjalan begitu cepat; tiga tahun sudah Deva pergi. Bukan hanya untuk sementara, tetapi memang untuk selamanya. Selamanya…dan tak akan pernah ada lagi sahabat kecil yang selalu menyayangiku, seperti Deva. Seseorang yang sangat mengenal diriku, seseorang yang selalu menjagaku, melindungiku, bahkan mengerti di saat apapun keadaanku. Nyatanya, Deva benar-benar harus pergi walaupun ia tak pernah menginginkannya. Tiga tahun; bukan waktu yang singkat untuk menunggunya kembali. Aku bertahan hanya untuk seseorang yang sangat aku sayangi. Sayang, surat itu akhirnya datang juga padaku di hari yang paling ku sesali; ulangtahunnya.

Dear Putri kecil,
Ketika kamu baca sehelai surat ini, kupastikan aku telah berada jauh dari sisimu. Maafkan aku, Putri. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu menjagamu. Kini, ragaku tak lagi bernyawa, nafasku tak lagi berhembus, dan jantungku tak lagi berdetak. Tubuhku memang tidak mungkin lagi menemanimu, namun jiwa dan hatiku masih terus bersamamu sampai tugasku benar-benar selesai. Maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah kulakukan padamu hingga akhirnya menyakitimu. Aku bahagia, sebelum Tuhan memintaku untuk pulang kepadanya, aku diberikan satu kesempatan untuk dapat bertemu denganmu lagi.
Maaf bila kini aku harus pergi meninggalkanmu untuk selamanya. Bukan maksudku untuk membuatmu terluka. Aku tidak pernah ingin meninggalkanmu, tapi Tuhan menginginkanmu untuk menjadi wanita hebat yang mampu berdiri sendiri tanpaku. Aku ingin menjadi seseorang yang selalu bisa bersamamu, namun Tuhan tidak mengizinkannya. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, ada oranglain yang lebih pantas untuk mendampingimu. Aku, kamu, hanyalah seorang manusia biasa; kita hanya bisa meminta dan merencanakan, selebihnya, itu sudah keputusan Tuhan. Percayalah, aku masih akan terus tinggal di hatimu. Kutitipkan seluruh cintaku padamu sampai suatu saat kita di pertemukan kembali. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah menangis bila saja kamu mengingatku. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan bahagia dalam hidupmu. Terima kasih untuk semua yang telah terjadi selama nafasku masih berhembus. Maafkan Deva, Putri…

Sesekali aku membaca surat terakhir darinya; surat sekaligus kenangan terakhir yang ia tinggalkan untukku. Mungkin, inilah saat itu, Deva; saat dimana tugasmu untuk menjagaku telah selesai. Aku tahu, di alam sana kau pasti tersenyum bangga melihatku. Melihat semua usaha dan jerih payahku untuk melalui hidup tanpamu adalah bukan sesuatu yang mudah untukku, tapi aku dapat melakukannya untukmu hingga saat ini kau akan tersenyum bahagia melihatku. Kini, kamu tidak perlu lagi menjagaku; ada oranglain yang bersedia untuk menjadi penerus dirimu. Dia memang tidak lebih baik darimu, tapi dapat kupastikan, kamu bisa mempercayainya untuk menjagaku. Aku sayang kamu. Maafkan Putri, Deva...

JJJ

created by : Ayuditha Aninda Putri
 

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal