Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Selasa, 20 November 2012

Ingat Saat Pertama Kita Jatuh Cinta?


Ingat Saat Pertama Kita Jatuh Cinta?


Belajar menerima kekurangan yang ada pada oranglain memang bukan hal yang mudah untuk di lakukan oleh seseorang, sampai suatu saat, entah di saat yang kita inginkan atau bahkan tidak pernah kita harapkan.

***

Ingat saat pertama kita jatuh cinta?

Aku ingat. Aku ingat ketika saat pertama perubahan itu terjadi pada setiap getaran yang menjalar jelas di jantungku. Entah berapa banyak waktu yang di perlukan untuk dapat menghardik getaran itu yang tidak pernah mau berhenti untuk mengusik dadaku. Entah sudah berapa banyak frekuensi yang terjadi, dan berapa lama periode yang terlewatkan untuk satu hal yang selalu saja terjadi terus menerus.

Ingat saat pertama kita jatuh cinta?

Aku ingat. Aku sangat mengingat bagaimana setiap desah nafasmu mampu menyentuh hangat daun telingaku. Membuatku terhanyut dalam satu aliran darah yang begitu derasnya. Seakan tak pernah menemukan titik perhentian. Kau membuatku terus mengalir ke arah yang kusebut itu ’cinta’.

Ingat saat pertama kita jatuh cinta?

Kamis, 15 November 2012

Dipersembahkan Bagi Yang Merasakan :)


Kita

Kita tidak pernah sejalan
Kita selalu saja bertentangan
Jalanku bukanlah jalan hidupmu
Begitupun bagiku,
Duniamu bukanlah kesenangan untukku
Tapi, kita masih saja saling menggenggam
Begitu melekat, tanpa celah diantara jemari kita
Kehangatan yang hanya sesaat
Sadarkah bahwa kita hanya saling memaksakan?
Mencoba berdekatan,
Walau akhirnya selalu menyakitkan
Kita adalah dua hal yang sangat berbeda
Kamu, dan duniamu. Aku, dan hidupku
Sampai kapan kita terus memaksakan?

Batik National Day XI A 1


BATIK NATIONAL DAY
UNGRACIE
( Eleven Science One 2012/2013 )



Bersama Bu Nani ( guru bahasa Indonesia )



Sama cowok-cowok kece IPA 1 nih


Kasihan ya, si Ehan kepalanya kepotong haha siapa nih yang fotoin???

Minggu, 11 November 2012

Raisa dan Malam-malam dalam hidupnya (end)


Sukar rasanya bagi Raisa untuk percaya. Beberapa hari yang lalu, ketika malam itu, terbakar sudah mimpi-mimpi Raisa untuk kembali bahagia merajut indahnya hidup bersama Sam yang sempat sirna oleh awan-awan hitam. Dan kini, semuanya benar-benar musnah. Sam pergi. Untuk selamanya.

Raisa harus menata hidupnya kembali. Menyusun kepingan-kepingan yang hancur saat hatinya masih terpuruk sepi. Membangun senyum palsu dan berpura-pura melupakan semua yang pernah terjadi. Sulit. Sangat sulit. Sekali lagi, bukan hal yang mudah bagi Raisa untuk menyekat tangis yang selalu saja ingin menetes dari pelupuk matanya.

Penyesalan yang sangat di sesali Raisa adalah ketika Sam harus pergi, saat akan berkunjung ke rumahnya sendiri. Ketika Sam ingin memberikan kejutan kecil di hari ulang tahun Raisa yang jatuh tepat esok hari setelah peristiwa malam itu terjadi dan merenggut nyawa Sam secara paksa. Raisa sungguh tidak habis pikir bagaimana semuanya bisa terjadi di luar yang ia kira. Raisa benar-benar tidak tahu bahwa Sam akan melakukan semua itu untuknya.

Takdir berkata lain.

Sabtu, 10 November 2012

Raisa dan Malam-malam dalam hidupnya (2)


Beberapa malam setelahnya. Pertengkaran yang terjadi diantara orangtua Raisa semakin menjadi-jadi. Dan kali ini, fisik sudah mulai menjadi senjata dalam peperangan itu. Berbagai perabotan yang ada di dalam rumah berserakan dimana-mana. Jatuh dan pecah karena sengaja di lempar ke segala arah ketika pertengkaran itu terjadi. Dan mama, kini harus menjadi korban yang terluka karena benda tajam yang sengaja di goreskan di kulitnya yang melemah oleh papa yang semakin terlihat bak seorang monster jahat yang ingin menerkam mama.

Tuhan, apa yang sedang terjadi pada keluargaku? Haruskah perceraian yang menjadi jalan keluarnya? Haruskah mereka di pisahkan agar tidak lagi saling menyakiti?Aku juga terluka, Tuhan. Kemana cinta yang dulu ada diantara mereka?

Raisa memeluk mama dengan seluruh kasih sayang yang ingin di tunjukannya untuk melindungi wanita yang sangat di cintainya. Betapa teriris hati Raisa melihat setiap tetesan yang jatuh dari pelupuk mata malaikat hidupnya. Bagaimanapun Raisa menghapus airmata mama, Raisa tahu, ia tidak akan pernah bisa menghapus luka yang telah tergurat dalam di hati mamanya.

Raisa dan Malam-malam dalam hidupnya (1)


Nyatanya, menyekat airmata bukanlah hal yang mudah bagi Raisa, gadis berusia 16 tahun yang baru saja di khianati oleh seseorang yang telah menjadi separuh bagian dalam hidupnya. Seseorang yang selalu ia banggakan di hadapan teman-temannya. Sakit. Tentu perasaan itu yang kian menusuk-nusuk hatinya semenjak peristiwa malam itu.

Tersenyum dalam tangis. Atau tangis dalam sebuah senyuman. Raisa pun tidak mudah untuk melakukannya. Gadis mana yang dapat dengan mudah mengukir senyuman indah bila kebahagiaan pun mulai enggan menyentuh hidupnya yang selalu di guncang masalah. Tanpa henti. Dan selalu memaksa Raisa untuk menitikan airmatanya, walau ia tak pernah menginginkannya.

Raisa muak dengan pertengkaran orangtuanya yang selalu membuat telinganya bagaikan terbakar oleh ledakan-ledakan di bawah atap rumahnya yang sudah tak lagi hangat ketika usianya menginjak remaja.

Jumat, 09 November 2012

Rafa, Olive, dan Cinta


Rafa menghela napas panjang, setelah pertengkarannya dengan Olive, kekasihnya. Ia membaringkan segenap tubuhnya di atas ranjang. Menatap langit-langit kamarnya yang penuh dengan bayang-bayang Olive dan senyum manis yang di sukainya. Pertengkaran yang kerap seringkali terjadi. Rafa semakin sulit menimbang-nimbang perasaannya yang kian selalu di hampiri keraguan untuk melanjutkan hubungannya dengan Olive, wanita yang sangat di cintainya semenjak masa SMA.

Rafa tidak pernah ingin melepas pujaan hatinya dan membiarkannya mencari kehangatan yang lain selain dirinya. Tapi, kali ini, Rafa benar-benar merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda yang merasuk ke dalam relung jiwanya. Tentang Olive, dan cintanya. Olive yang selalu saja sibuk dengan urusannya yang terkadang membuat Rafa jenuh dan bosan menunggunya. Rafa adalah laki-laki. Dan ia tidak suka menunggu. Olive adalah seorang wanita. Dan selalu sibuk dengan kepentingannya sendiri. Perbedaan yang begitu bertabrakan membuat Rafa hampir lelah menjalani hubungannya.

Jumat, 02 November 2012

Sepotong Hujan


Dan akhirnya hujan turun lagi. Kembali membawaku mengingat satu cerita yang tak akan pernah terhalang pelangi setelahnya. Setelah lama sang mentari menyinari bumi, kini giliran sang hujan untuk turun menyirami. Membasahi setiap permukaan yang kering dan haus akan rintik hujan yang mungkin selalu di nanti.

Apakah aku terlalu egois? Bahagia ketika langit terluka dan akhirnya menangis. Sedangkan aku? Selalu menikmati setiap detik yang kulewati ketika hujan walau hanya bisa terdiam dan terus memandangimu dari kejauhan.

Terkadang aku bertanya-tanya, siapa yang telah menyakiti sang langit sehingga ia terluka dan menangis? Apa yang telah di lakukannya?

 

anindaaputri Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal