Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Jumat, 09 November 2012

Rafa, Olive, dan Cinta


Rafa menghela napas panjang, setelah pertengkarannya dengan Olive, kekasihnya. Ia membaringkan segenap tubuhnya di atas ranjang. Menatap langit-langit kamarnya yang penuh dengan bayang-bayang Olive dan senyum manis yang di sukainya. Pertengkaran yang kerap seringkali terjadi. Rafa semakin sulit menimbang-nimbang perasaannya yang kian selalu di hampiri keraguan untuk melanjutkan hubungannya dengan Olive, wanita yang sangat di cintainya semenjak masa SMA.

Rafa tidak pernah ingin melepas pujaan hatinya dan membiarkannya mencari kehangatan yang lain selain dirinya. Tapi, kali ini, Rafa benar-benar merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda yang merasuk ke dalam relung jiwanya. Tentang Olive, dan cintanya. Olive yang selalu saja sibuk dengan urusannya yang terkadang membuat Rafa jenuh dan bosan menunggunya. Rafa adalah laki-laki. Dan ia tidak suka menunggu. Olive adalah seorang wanita. Dan selalu sibuk dengan kepentingannya sendiri. Perbedaan yang begitu bertabrakan membuat Rafa hampir lelah menjalani hubungannya.


Rafa selalu berusaha mengalah dalam setiap pertengkaran yang mereka ciptakan karena kesalahpahaman bahkan ketidakjelasan. Padahal, ia tahu bahwa hal itu hanya akan membuat wanita yang di cintainya itu semakin besar kepala dan merendahkan harga dirinya. Rafa memang tidak pernah peduli bagaimana tanggapan oranglain tentang sikapnya yang selalu saja mengalah atas keegoisan Olive. Rafa hanya tahu satu hal; ia sangat mencintai gadis itu yang kian mewarnai hari-harinya.

***

Sore ini, di tengah tangisan langit yang dinginnya menusuk ke dalam kulit, Rafa menunggu Olive yang tengah asyik berbelanja dalam salah satu pusat perbelanjaan kota. Dengan kesabarannya yang hampir tidak terbatas, Rafa rela menunggunya sedemikian lama hanya untuk dapat menghabiskan waktu bersama kekasihnya.

Sesekali Rafa menyeruput minuman panas yang di pesannya di sebuah cafe, tempatnya menunggu sang gadis di seberang jalan. Mencuri pandangan yang rasanya hampir tidak bisa di tahan oleh bola-bola matanya ke arah jarum jam di pergelangan tangannya. Sudah 3 jam Rafa menunggu Olive menyelesaikan kegiatannya yang hanya membuat Rafa lelah. Rafa pun semakin bosan. Membolak-balik halaman buku yang sudah beberapa kali ia baca.

Terpaksa Rafa menarik tangan Olive seakan menyeretnya untuk pulang.

Baru setengah jalan, Olive menghempaskan tangan Rafa dengan sekuat tenaganya. Membiarkan Rafa menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan dan kekesalan yang rasanya ingin segera di luapkannya.

“Cewek manja! Keras kepala!”
“Oh, ya? Terus?”
“Mau kamu apa, sih? Aku capek di giniin. Kamu sayang ‘kan sama aku?”
“Aku sayang kamu, Raf. Aku cuma mau kamu ngertiin aku”
“Ngertiin apalagi? Kurang cukup aku selalu ngertiin kamu? Kamu yang harusnya ngertiiin sedikit perasaan aku!”

Olive tercengang menatap wajah Rafa. Terjadi keheningan beberapa waktu yang membuat Olive dan Rafa tersadar bahwa mereka masih saling membutuhkan dan tidak ingin saling melepaskan. Ini kesalahan mereka yang semakin jarang melakukan komunikasi dan waktu luang bersama.

Tampak penyesalan yang tersinar di wajah Olive. Tidak berani menatap Rafa dan hanya termenung akan kesalahannya. Tanpa suara Rafa meraih tangan gadis di hadapannya. Jemari Rafa dan Olive kembali bersinggungan. Erat. Hangat. Seakan tak ingin terpisahkan oleh apapun. Perlahan Rafa mulai merengkuh kepala sang gadis untuk hanyut dalam dekapan tubuhnya. Rafa dan Olive tidak ingin menyisakan celah kecil diantara pelukannya. Sangat erat. Dan lebih hangat. Cinta kembali menyatukan keduanya dalam kebersamaan.

JJJ

Created by : Ayuditha Aninda Putri


0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal