Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Minggu, 11 November 2012

Raisa dan Malam-malam dalam hidupnya (end)


Sukar rasanya bagi Raisa untuk percaya. Beberapa hari yang lalu, ketika malam itu, terbakar sudah mimpi-mimpi Raisa untuk kembali bahagia merajut indahnya hidup bersama Sam yang sempat sirna oleh awan-awan hitam. Dan kini, semuanya benar-benar musnah. Sam pergi. Untuk selamanya.

Raisa harus menata hidupnya kembali. Menyusun kepingan-kepingan yang hancur saat hatinya masih terpuruk sepi. Membangun senyum palsu dan berpura-pura melupakan semua yang pernah terjadi. Sulit. Sangat sulit. Sekali lagi, bukan hal yang mudah bagi Raisa untuk menyekat tangis yang selalu saja ingin menetes dari pelupuk matanya.

Penyesalan yang sangat di sesali Raisa adalah ketika Sam harus pergi, saat akan berkunjung ke rumahnya sendiri. Ketika Sam ingin memberikan kejutan kecil di hari ulang tahun Raisa yang jatuh tepat esok hari setelah peristiwa malam itu terjadi dan merenggut nyawa Sam secara paksa. Raisa sungguh tidak habis pikir bagaimana semuanya bisa terjadi di luar yang ia kira. Raisa benar-benar tidak tahu bahwa Sam akan melakukan semua itu untuknya.

Takdir berkata lain.


Tuhan tidak mengizinkan Raisa untuk bertemu, menyentuh, bahkan mendekap hangat tubuh lelaki sangat di cintainya itu untuk yang terakhir kalinya. Bahkan, untuk melihat utuh jasadnya pun Tuhan tidak mengizinkan Raisa untuk melakukannya. Tubuh Sam hangus terbakar api yang meronta-ronta malam itu. Raisa sama sekali tidak bisa menatap lembut wajahnya yang selalu memberikan kebahagiaan bagi Raisa setiap kali ia melihatnya.

Kekuatan yang di miliki Raisa saat ini hanyalah mama. Raisa tidak mungkin mampu bersikap tegar jika bukan karena kehadiran mama yang selalu ada di sisinya. Bagaimanapun juga, Raisa tidak akan pernah membiarkan apapun merenggut hartanya yang paling berharga yang ia miliki saat ini—mama.

***

Malam selalu memberikan saat-saat berbeda bagi Raisa. Suka, duka, tawa, dan tangis selalu saja silih berganti menyelimuti malam-malam dalam hidupnya. Dan malam ini, Raisa ingin menutup semua lembaran lama dan mengubur lukanya dalam-dalam. Berharap dirinya mampu untuk melupakan semua yang pernah terjadi dalam hidupnya. Raisa ingin membuka satu lembaran baru yang akan di tulisnya dengan tinta-tinta kebahagiaan bersama mama. Tanpa papa.

Setelah sidang perceraian antara mama dan papanya berakhir, Raisa berjanji untuk tidak membiarkan setetes airmata jatuh dari pelupuk mata mama, bahkan dari pelupuk matanya sendiri. Raisa bertekad untuk melupakan segalanya meskipun itu bukan satu hal yang mudah baginya.

Kini, Raisa hanya ingin bahagia. Raisa hanya ingin senyum dan tawanya kembali. Raisa hanya ingin menutup celah kesedihan yang selama ini selalu di rasakannya dan menggantinya dengan tawa bahagia bersama mama di tempat yang baru. Tempat yang jauh dari masa lalunya yang kelabu.

Raisa tidak punya pilihan.

Mau tidak mau, suka tidak suka, inilah yang harus di jalaninya. Merengkuh kembali semua harapan dan kebahagiaan yang sempat tersamar awan gelap yang kian memudar. Membiarkan hatinya tersentuh oleh hangatnya bahu laki-laki yang lain. Membiarkan hatinya bersenandung setelah lama membungkam. Raisa ingin terbang sebebas merpati. Merasakan indahnya dunia yang sempat tertutup rapat-rapat oleh kedua matanya.

Raisa yakin, kebahagiaan itu sudah menantinya di kota yang baru.

JJJ

Created by : Ayuditha Aninda Putri

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal