Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Jumat, 02 November 2012

Sepotong Hujan


Dan akhirnya hujan turun lagi. Kembali membawaku mengingat satu cerita yang tak akan pernah terhalang pelangi setelahnya. Setelah lama sang mentari menyinari bumi, kini giliran sang hujan untuk turun menyirami. Membasahi setiap permukaan yang kering dan haus akan rintik hujan yang mungkin selalu di nanti.

Apakah aku terlalu egois? Bahagia ketika langit terluka dan akhirnya menangis. Sedangkan aku? Selalu menikmati setiap detik yang kulewati ketika hujan walau hanya bisa terdiam dan terus memandangimu dari kejauhan.

Terkadang aku bertanya-tanya, siapa yang telah menyakiti sang langit sehingga ia terluka dan menangis? Apa yang telah di lakukannya?


Aku tidak pernah tahu penyebab tangis sang langit, tapi aku selalu tahu penyebab tangisku; seseorang yang selalu menyita seluruh perhatianku. Seseorang yang mengajariku untuk mengais-ngais sesuatu yang nyatanya selalu menyakitiku.

Aku baru mengerti; ternyata semua yang kudengar adalah benar. ‘Seseorang yang paling berarti bagimu adalah seseorang yang nyatanya akan terus menjadi penyebab tawa dan tangis di dalam hidupmu’. Ya, aku tahu itu sekarang.

Seandainya hujan dapat menyampaikan bisuku yang selalu bungkam di hadapanmu, aku ingin ia membisikan padamu seluruh senandung yang tersimpan di hatiku untukmu. Aku ingin hujan membuatmu tersadar; ada aku yang selalu memperhatikanmu dalam diam.

Aku tahu, suatu saat kamu akan merasakannya dengan hatimu tanpa harus aku mengucap; tanpa harus sang angin membisikan telingamu di tengah hujan, tanpa harus sang bintang menyapamu di kala malam.


With Love,
Ayuditha Aninda Putri

0 komentar:

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal