Dilarang keras meniru atau mencopy-paste apa yang tertulis dalam halaman ini (terutama cerpen,puisi,dll) tanpa menyertakan nama penulis aslinya :) setiap orang pasti pernah berkarya, hargailah karya oranglain jika karyamu ingin di hargai :)

Kamis, 15 November 2012

Dipersembahkan Bagi Yang Merasakan :)


Kita

Kita tidak pernah sejalan
Kita selalu saja bertentangan
Jalanku bukanlah jalan hidupmu
Begitupun bagiku,
Duniamu bukanlah kesenangan untukku
Tapi, kita masih saja saling menggenggam
Begitu melekat, tanpa celah diantara jemari kita
Kehangatan yang hanya sesaat
Sadarkah bahwa kita hanya saling memaksakan?
Mencoba berdekatan,
Walau akhirnya selalu menyakitkan
Kita adalah dua hal yang sangat berbeda
Kamu, dan duniamu. Aku, dan hidupku
Sampai kapan kita terus memaksakan?

Bukankah, segala yang di paksakan tidak akan baik?
Kita selalu menutupi
Tak ingin saling mengetahui
Hanya sibuk berdialog di dalam hati
Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri
Apakah semua ini kebahagiaan semu?
Ataukah, ini memang takdirku?
Terkadang, aku hanya merasa lelah
Berpura-pura sejalan
Nyatanya, kita tidak pernah bisa menyatu
Bagaikan bumi dan langit
Kita, bukanlah kita yang sesungguhnya
Tak akan pernah bisa di satukan

***

Untuk seseorang yang tidak perlu saya sebutkan namanya,
Mereka hanya tidak bisa memahamimu
Karena mereka tidak akan pernah menjadi dirimu
Lupakan apa yang mereka lakukan
Dan tunjukan bahwa kau bisa lebih baik darinya
Tanpa mereka…
Tersenyumlah, dan tatap indahnya dunia ;)

With Love,
Ayuditha Aninda Putri


4 komentar:

Vincentia Tyas mengatakan...

Saat hidup memang harus memaksa kita berdekatan dengan mereka, kita hanya bisa mengikuti alurnya. Tetapi hidup butuh perubahan dan kita harus pergi sejauh mungkin dr orang2 yang hanya bisa berpura2

Ayuditha Aninda Putri mengatakan...

Tapi, apa yang dikatakan oleh lisan belum tentu mudah untuk di laksanakan oleh jiwa yang sesungguhnya. Selagi kita mampu untuk tetap dalam alur yang sama, untuk apa menyerah? Tuhan akan memberikan kita alur yang berbeda ketika kita tak lagi mampu untuk berjalan dalam alur yang sama :-)

Vincentia Tyas mengatakan...

tapi alur seperti apa? kalau hanya dapat menyudutkan kita dalam kepedihan. dalam sudut menyakitkan. apakah alur itu masih bisa kita ikuti?

Ayuditha Aninda Putri mengatakan...

Masih. Selama kita percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita.

 

Pinker Barbie Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal